Panduan Lengkap: Daftar Buku Tan Malaka Berdasarkan Tahun Terbit dan Latar Belakangnya

 




Berikut adalah susunan buku dan karya tulis penting Tan Malaka yang diurutkan berdasarkan tahun terbit atau tahun penulisannya.


Perlu dicatat bahwa beberapa karya Tan Malaka ditulis saat ia berada di pelarian atau di penjara, sehingga beberapa buku baru berhasil diterbitkan secara luas bertahun-tahun setelah ditulis.


Periode Awal & Pergerakan (1920-an)

Parlemen atau Semaoen (1920)


Catatan: Tulisan awal Tan Malaka yang mengkritik keterlibatan tokoh pergerakan di dalam Volksraad (Dewan Rakyat) bentukan Belanda.


Siasat (1920)


Catatan: Berisi pandangan taktisnya mengenai selebaran dan propaganda dalam memobilisasi massa.


Semangat Moeda (1921)


Catatan: Ditulis sebagai panduan dasar bagi pendidikan dan pergerakan pemuda di Semarang.


Dunianya Mutasi (1922)


Catatan: Brosur propaganda politik yang menganalisis situasi dunia pasca-Perang Dunia I dan dampaknya bagi Hindia Belanda.


Menuju Merdeka (1924)


Catatan: Ditulis saat di Canton (Tiongkok). Buku ini merupakan salah satu blueprint pertama yang secara tegas menggunakan kata "Merdeka" untuk Indonesia.


Naar de 'Republiek Indonesia' / Menuju Republik Indonesia (1925)


Catatan: Karya monumental yang terbit di Kanton. Buku ini terbit jauh sebelum Soekarno atau Hatta menulis tentang konsep negara Indonesia, menjadikannya gagasan awal tentang bentuk negara Republik Indonesia.


Massa Actie / Aksi Massa (1926)


Catatan: Ditulis di Singapura. Buku ini menjadi pegangan wajib para tokoh pergerakan (termasuk Soekarno) karena menjabarkan strategi merebut kemerdekaan melalui gerakan massa, bukan pemberontakan prematur.


Periode Pelarian & Konseptual (1930-an - 1940-an)

Semangat Moeda (Edisi Baru / 1930)


Catatan: Refleksi mendalam kembali mengenai pendidikan rakyat yang berorientasi pada kemandirian.


Politik (1936)


Catatan: Buku kecil yang mengupas teori-teori politik praktis dan geopolitik Asia di ambang Perang Dunia II.


Madilog: Materialisme, Dialektika, dan Logika (Written: 1942–1943 / Terbit: 1948)


Catatan: Magnum opus (karya terbesar) Tan Malaka. Ditulis secara sembunyi-sembunyi di Rawasari, Jakarta. Buku ini adalah panduan cara berpikir ilmiah, merdeka, dan rasional demi melepaskan bangsa Indonesia dari "logika mistik".


Aslia Moeda (1943)


Catatan: Ditulis dengan nama samaran (Hasan Gozali), berisi rancangan konsep ekonomi dan sosiologi untuk Asia Tenggara.


Periode Revolusi Kemerdekaan (1945–1948)

Muslihat (1945)


Catatan: Panduan taktis dan strategi perang gerilya serta diplomasi di masa awal proklamasi kemerikaan.


Rencana Ekonomi Berjuang (1945)


Catatan: Berisi gagasan ekonomi sosialis-nasionalis untuk menopang kedaulatan negara yang baru merdeka.


Manifesto Jakarta (1945)


Catatan: Pernyataan sikap politiknya mengenai arah revolusi Indonesia pasca-Agustus 1945.


Politik Populer (1946)


Catatan: Ditulis untuk memberikan pendidikan politik dasar bagi masyarakat awam dan militer agar paham hak-haknya.


Gerpoel: Gerilya Politik (1948)


Catatan: Ditulis saat ia mendekam di penjara Madiun tanpa pengadilan. Berisi kritik tajam terhadap jalur diplomasi pemerintah yang dinilai lemah di hadapan Belanda.


Dari Pendjara ke Pendjara (3 Jilid, Ditulis: 1947–1948)


Catatan: Buku otobiografi legendaris Tan Malaka yang menceritakan kisah hidupnya, petualangan internasional, hingga penahanannya oleh bangsa sendiri.


Catatan Sejarah: Sebagian besar buku-buku di atas sempat dilarang beredar pada masa Kolonial Belanda, masa pendudukan Jepang, bahkan di era Orde Baru. Karya-karyanya baru diterbitkan ulang secara bebas dan luas setelah tahun 1998.

 
12345