Tampilkan postingan dengan label WORKING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WORKING. Tampilkan semua postingan

VIDEO CONVERT (KONVERSI) EXCEL KE VCARD ATAU .VCF



Hari ini gw ada kerjaan memindahkan data dalam bentuk excel ke vcard (.vcf) agar data dapat diakses di email atau melalui handphone sehingga dapat memudahkan pekerjaan, tapi data yang mau di konversi ke vcf ada 2000 kontak bisa saja di lakukan secara manual tapinya jarinya bakalan keriting satu-satu import tuh kontak, selain tidak efektif juga sangat menguras waktu.

dan akhirnya satu dua tiga dapat beberapa tutorial selama berselancar di google, youtube sampe pake yahoo search dapat beberapa referensi namun yang ini menurut pribadi saya yang paling mudah difahami dan digunakan tingal klik jadi.

sofwarenya tinggal lo semua dowaload di link ini :
selamat mencoba dan semoga bermanfaat, mohon maaf klo ada yg kurang berkenan.
dan yg dibawah ini videonya : 


 
 

CARA MENGHILANGKAN BERANDA DAN POSTING LAMA/OLDER POST




Terkadang tulisan yang ada di di Blog seperti
Beranda, Posting baru, posting lama, langgan entri atom
mengganggu untuk di lihat, nah untuk menghilangkannya cukup mengikuti tips di bawah ini


Cara Menghilangkan Tulisan "Langgan: Entri (Atom)"
1. Login ke Blogger.
2. Di halaman Dasbor, kita pilih Tata Letak.
3. Kemudian pilih Edit HTML
4. Beri tanda centang pada Expand Template Widget
5. Cari kode berikut ini

<div class='feed-links'>
<data:feedLinksMsg/>
<b:loop values='data:links' var='f'>
<a class='feed-link' expr:href='data:f.url' expr:type='data:f.mimeType' target='_blank'><data:f.name/> (<data:f.feedType/>)</a>
</b:loop>
</div>

6. Hapus (delete) kode tersebut.
7. Simpan template jika sudah selesai.

Cara Menghilangkan Tulisan Home/Beranda di Blogspot
Login > Dashboard > Rancangan kemudian pilih Edit HTML, selanjutnya centang tulisan Expand Widget Templates.
Setelah itu cari kode di bawah ini:

<data:homeMsg/>

>> cara mencari code tersebut, gunakan Ctrl+f kemudian Copas code yang akan di cari tadi pada kotak yang muncul kemudian tekan next.

Terakhir, hapus code tadi kemudian Simpan Template/Save Template.

...::::> jika terdapat 2 code , hapus kode yang berada dibagian atas.

Menghilangkan Tulisan Posting Lama/Older Post
Pergi ke Dashboard,lalu pilih Tata Letak kemudian pilih Edit HTML,selanjutnya contreng tulisan Expand Widget Templates,lalu cari kode di bawah ini:

<data:olderPageTitle/>

<data:newerPageTitle/>

Agar lebih mudah mencarinya,tekan Ctrl+F pada keyboard anda,lalu ketikkan kode tersebut.Jika sudah ketemu,hapus kode tersebut,lalu Simpan Template.

Sumber :  http://denblangkon.blogspot.co.id/2012/02/cara-menghilangkan-tulisan-beranda.html


VIDEO CARA MEMBUAT LABEL UNDANGAN



CARA MUDAH MEMBUAT DAN MENYETING LABEL UNDANGAN SENDIRI DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT WORD

BLOGGER | TAG KONDISIONAL


Tag kondisional adalah tag yang akan diaktifkan/difungsikan berdasarkan kondisi yang kita harapkan atau diinginkan. Dalam bahasa sederhananya tag yang mengatur elemen dimana akan ditampilkan dan atau dimana elemen akan di sembunyikan sesuai dengan keinginan.

Ada beberapa Tag Kondisional pada Blogger diantaranya sebagai berikut :


1. Hanya Tampil Pada Halaman Homepage
<b:if cond='data:blog.url == data:blog.homepageUrl'>
elemen/objek
</b:if>
Tag Kondisional ini dipergunakan untuk memodifikasi tampilan pada pada halaman utama/homepage, baik dari segi desain tampilan atau untuk menyembunyikan widget, sedikit penjelasan bagaimana cara memodifikasi tampilan pada homepage, silahkan kunjungi Link.


2. Tampil Selain Pada HomePage
<b:if cond='data:blog.url != data:blog.homepageUrl'>
elemen/objek
</b:if>

3. Hanya Tampil Pada Halaman Item/Posting
<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>
elemen/objek
</b:if>

4. Tampil Selain Pada Halaman Item/Posting
<b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>
elemen/objek
</b:if>

5. Hanya Tampil Pada Halaman Statis/Static Page
<b:if cond='data:blog.pageType == "static_page"'>
elemen/objek
</b:if>

6. Tampil Selain Pada Halaman Statis/Static Page
<b:if cond='data:blog.pageType != "static_page"'>
elemen/objek
</b:if>

7. Hanya Tampil Pada Halaman Arsip
<b:if cond='data:blog.pageType == "archive"'>
elemen/objek
</b:if>

8. Tampil Selain Pada Halaman Arsip
<b:if cond='data:blog.pageType != "archive"'>
elemen/objek
</b:if>

9. Hanya Tampil Pada Halaman Judul Postingan Tertentu
<b:if cond='data:blog.url == "Alamat Postingan"'>
elemen/objek
</b:if>

10. Selain Tampil Pada Halaman Judul Postingan Tertentu
<b:if cond='data:blog.url != "Alamat Postingan"'>
elemen/objek
</b:if>
Untuk cara penggunaanya seperti pada uraian mengenai Cara Membuat Kustom Halaman pada Halaman Utaman (HomePage), untuk halaman pada judul postingan tertentu, hanya mengganti Alamat Postingan dengan alamat URL postingan yang ditentukan.


11. Hanya Tampil Pada Halaman Index
<b:if cond='data:blog.pageType == "index"'>
elemen/objek
</b:if>
Halaman Index adalah semua halaman terkecuali halaman Item/Postingan


12. Tampil Pada Halaman Pencarian
<b:if cond='data:blog.searchQuery'>
objek
</b:if>
halaman ini akan tampil pada halaman pencarian, misalnya jika kita melakukan search melalui kotak pencarian

13. Hanya Tampil Pada Halaman Salah (Error Page)
<b:if cond='data:blog.pageType == "error_page"'>
elemen/objek
</b:if>

14. Selain Tampil Pada Halaman Salah (Error Page)
<b:if cond='data:blog.pageType != "error_page"'>
elemen/objek
</b:if>

15. Tampil Pada Halaman Label
<b:if cond='data:blog.searchLabel'>
elemen/objek
</b:if>
Halaman label adalah halaman dimana kita memilih salah satu nama label dari postingan.

SEJARAH PROVINSI DI INDONESIA

Ketika Indonesia meproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, Jumlah provinsi seluruhnya ada 8 (delapan) provinsi, yaitu : Sumatra, Borneo (Kalimantan), Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Maluku dan Sunda Kecil. Demikian pula era-era selanjutnya seperti :

1. Era Pergerakan Kemerdekaan (1945-1949)
2. Era Republik Indonesia Serikat (1949-1950)
3. Era Demokrasi Terpimpin dan Orde Lama (1959-1966)
4. Era Reformasi (1999-sekarang)

Pada masa Orde Lama pemekaran daerah banyak terjadi di luar pulau Jawa yakni. Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi dengan pertimbang luas wilayah yang mendukung.

Pada masa Orde Baru, pemekaran daerah terjadi dalam jumlah terbatas secara TOP DOWN. pemekaran daerah yang terjadi umumnya merupakan pembentukan kotamadya sebagai peningkatan status administrasi dari pemerintahan kabupaten. prosesn pembentukan di beberapa kbupaten/kota yakni pembentukan kota administratif  (kotatif) sebagai wilayah administratif yang kemudian dibentuk menjadi kotamadya sebagai daerah otonom.

pada EraReformasi, usulan pemekaran daerah di Indonesia dimulai sejak digulirkannya semangat otonom daerah yang meyertai munculnya euforia gerakan reformasi di Indonesia. Kebijakan pemekaran daerah pada masa reformasi bersifat BOTTOM UP dan didominasi oleh proses politik dari pada administratif. Regulasi dan situasi politik inilah yang kemudian memberi peluang yang sangat besar bagi maraknya pengusulan pemekaran daerah". (Pratikno, 2008)

Tahun 1950
Pada tahun ini jumlah provinsi bertambah menjadi 11, adapun provinsi yang mengalami pemekaran adalah sebagai berikut :
1. Provinsi Sumatra, berkembang menjadi 3 provinsi, yaitu : Sumatra Utara, Sumatra Tengah, dan Sumatra Selatan.
2. Provinsi Jawa Tengah, berkembang menjadi dua provinsi, yaitu : Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Tahun 1956
Pada tahun ini jumlah provinsi di Indonesia bertambah menjadi 15, adapun provinsi yang mengalami pemekaran adalah sebagai berikut :
1. Provinsi Sumatra Utara berkembang menjadi dua provinsi, yaitu : Sumatra Utara dan Daerah Istimewa Aceh (DIA).
2. Provinsi Jawa Barat berkembang menjadi 2, yaitu : Jawa Barat dan Daerah Khusus Ibukota (DKI ) Jakarta.
3. Provinsi Kalimantan berkembang menjadi 3 provinsi, yaitu : Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

Tahun 1957
Pada tahun ini, jumlah provinsi bertambah menjadi 17 provinsi. Adapun provinsi yang mengalami pemekaran adalah sebagai berikut :
1. Provinsi Sumatra Tengah berkembang menjadi 2 provinsi, yaitu : Sumatra Barat, Riau, dan Jambi.
2, Provinsi Kalimantan Selatan berkembang menjadi 2 provinsi, yaitu Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Tahun 1958
Pada tahun ini jumlah provinsi di Indonesia bertambah menjadi 20 provinsi. Adapun provinsi yang mengalami pemekaran adalah sebagai berikut :
1. Provinsi Sunda Kecil terbagi menjadi 3, yaitu : Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
2. Provinsi Riau dan Jambi terbagi menjadi 2, yaitu : Provinsi Riau dan Provinsi Jambi.

Tahun 1959
Pada tahunh ini jumlah provinsi di Indonesia bertambah menjadi 21 provinsi. Provinsi yang mengalami pemekaran adalah Provinsi Sumatra Selatan terbagi menjadi 2 yaitu : Sumatra Selatan dan Lampung.
Tahun 1960
Pada tahun ini jumlah provinsi di Indonesia bertambah menjadi 22. Provinsi yang mengalami pemekaran adalah Provinsi Sulawesi terbagi menjadi Sulawesi Utara dan Tengah, serta Sulawesi Selatan dan Tenggara.

Tahun 1964
Pada tahun ini jumlah provinsi bertambah menjadi 24 provinsi, yang mengalami pemekaran adalah :
1. Provinsi Sulawesi Utara dan Tengah berkembang menjadi 2, yaitu : Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah.
2. Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara berkembang menjadi 2, yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

Tahun 1967
Pada tahun ini jumlah provinsi bertambah menjadi 25. Provinsi yang mengalami pemekaran adalah Provinsi Sumatra Selatan berkembang menjadi 2 provinsi, yaitu : Sumatra Selatan dan Bengkulu.

Tahun 1969
Dengan masuknya Irian Jaya menjadi wilayah Indonesia, maka pada tahun ini jumlah provinsi di Indonesia bertambah satu menjadi 26 provinsi.

Tahun 1976
Pada tahun ini jumlah provinsi menjadi 27. Adapun provinsi yang mengalami pemekaran adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang terbagi menjadi 2, yaitu Nusa Tenggara Timur dan Timor-Timur.

Tahun 1999
Lepasnya Provinsi dari Indonesia menyebabkan provinsi berkurang satu menjadi 26. Mengapa Timor-Timur lepas dari wilayah Indonesia?
Namun, pada tahun ini juga ada beberapa provinsi yang mengalami pemekaran, sehingga menjadi 29 provinsi. Adapun yang mengalami pemekaran adalah :
1. Provinsi Maluku mengalami pemekaran menjadi 2 provinsi, yaitu : Provinsi Maluku dan Maluku Utara.
2. Provinsi Irian Jaya terbagi menjadi 3 provinsi, yaitu : Irian Jaya Timur, Irian Jaya Tengah, dan Irian Jaya Barat.

Tahun 2000
Pada tahun ini, jumlah provinsi di Indonesia bertambah menjadi 32. Provinsi yang mengalami pemekaran adalah sebagai berikut :
1. Provinsi Sumatra Selatan berkembang menjadi 2 provinsi, yaitu : Sumatra Selatan dan Bangka Belitung.
2. Provinsi Jawa Barat berkembang menjadi 2 provinsi, yaitu : Jawa Barat dan Banten
3. Provinsi Sulawesi Utara berkembang menjadi 2 provinsi, yaitu : Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Tahun 2001
Pada tahun ini jumlah provinsi di Indonesia berkurang menjadi 31, mengapa? Karena pada saat itu terjadi penggabungan 2 provinsi, yaitu Provinsi Irian Jaya Timur dan Provinsi Irian Jaya Tengah menjadi Provinsi Papua.

Tahun 2002
Pada tahun ini, jumlah provinsi di Indonesia bertambah menjadi 32. Provinsi yang mengalami pemekaran adalah Riau menjadi dua provinsi, yaitu : Riau dan Kepulauan Riau.

Tahun 2004
Pada tahun in jumlah provinsi di Indonesia bertambah menjadi 33. Provinsi Sulawesi Selatan berkembang menjadi dua, yaitu : Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Barat.

Tahun 2012
Pada tahun ini jumlah provinsi di Indonesia bertambah menjadi 34. Provinsi yang mengalami pemekaran adalah provinsi Kalimantan Timur menjadi dua provinsi, yaitu : Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Kalimantan Utara adalah provinsi termuda di Indonesia.
Itulah perjalanan sekaligus sejarah bertambah dan berkurangnya provinsi di Republik Indonesia yang sampai saat saya menuliskan ini berjumlah 34 provinsi. Di masa mendatang, jumlah tersebut bisa bertambah tetapi bisa juga berkurang.

RINGKASAN PROVINSI JAWA BARAT
Tahun
Jumlah Provinsi
Pemekaran Provinsi Di Jawa Barat
1950-1960
21
Tahun 1956: Provinsi Jawa Barat berkembang menjadi 2, yaitu : Jawa barat dan Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta
1960-1970
26
-
1970-1980
27
-
1980-1990
29
-
1990-2000
32
-
2000-2010
33
Tahun 2000: Provinsi Jawa Barat berkembang menjadi 2 provinsi, yaitu: Jawa Barat dan Banten
2010-2015
34
-
Sumber : Warta Bappeda, Vol. 28 No. 3, Juli-September 2015 dan www.sejarah-negara.com

PEMEKARAN DAERAH DI JAWA BARAT : KABUPATEN BOGOR BARAT, KABUPATEN SUKABUMI UTARA, KABUPATEN GARUT SELATAN

PENATAAN DAERAH DI PROVINSI JAWA BARAT

Luas Provinsi Jawa Barat yakni 3.709.528,44 Ha, dengan jumlah penduduk 46.029.699 jiwa, terbagi menjadi 27 Kabupaten/Kota, 626 Kecamatan, 641 Kelurahan dan 5.321 Desa. 

Kabupaten Pangandaran merupakan kabupaten termuda di Provinsi Jawa Barat yang ditetapkan pada tanggal 25 Oktober 2012 berdasarkan U.U. Nomor 23 tentang pembentukan Kabupaten Pangandaran di Provinsi Jawa Barat.

Pemekaran daerah di Jawa Barat dimulai dengan terbitnya Surat Keputusan Gubernur, Kepala DATI I Jawa Barat Nomor 30 Tahun 1990 tentang Pola Induk Pengembangan Wilayah Provinsi DATI I Jawa Barat dalam jangka panjang (25-30 Tahun) yag memutar arah kebijakan kemungkinan penataan kembali daerah Tingkat II di Jawa Barat, pada saat itu berjumlah 24 menjadi 42 daerah Tingkat II. Surat Keputusan Gubernur tersebbut, ditindaklanjuti dengan Instruksi Gubernur Kepala DATI I Jawa Barat Nomor 1 Tahun 1994 tentang Pemantapan Kebijakan Dalam Penataan Kembali Wilayah Administrasi Pemerintah dan Otonomi Daerah Tingkat II di lingkungan Provinsi DATI I Jawa Barat, yang merujuk kepada U.U. No.5 Tahun 1974 yang bersifat sentralistik.

Daerah Otonom di Jawa Barat sampai dengan tahun 2006 berjumlah 26 Kabupaten/Kota (termasuk Kabupaten Bandung Barat). Selama periode 1999-2006 yang merupakan hasil pemekaran hanya Kabupaten Bandung Barat (2006). Sedangkan Kota depok (1999), Kota Cimahi (2000), Kota Tasikmalaya (2001), Kota Bekasi (2001), dan Kota Banjar (2002) merupakan peningkatan status dari kota administratif (semula merupakan bagian kabupaten).

Upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam penataan daerah yakni penyusunan dokumen recana penataan DOB di Provinsi Jawa Barat antara lain :

1. Tahun 2009 : Grand Design Penataan Otonomidi Daerah Provinsi Jawa Barat yang disusun oleh BAPPEDA Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Padjdjaran;

2. Tahun 2010 : Grand Design Daerah Otonom Provinsi Jawa Barat 2010-2025 yang disusun oleh BAPPEDA Provinsi Jawa Barat.

3. Tahun 2012 : Pengkajian Penataan Daerah Otonom oleh Biro Otonomi Daeerah Setda Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Padjadjaran.

Sejalan dengan dinamika pembangunan, khususnya dalam peraturan perundangan di Indonesia mengenai penataan daerah, seperti yang telah tertuang dalam Undang-undang Nomor 23 tentang Pemerintahan Daerah. Maka dokumen-dokumen kajian tersebut diatas perlu dikaji ulang berdasarkan landasan hukum yang baru yakni U.U. 23/2014 beserta turunannya.

Pasca DOB (Daerah otonomi Baru) terbentuk yakni Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Pangandaran, terdapat 3 (tiga) calon daerah otonom yang telah diusulkan dengan menggunakan aturan lama yakni Kabupaten Bogor Barat (KBB), Kabpaten Sukabumi Utara, dan Kabupaten Garut Selatan yang hingga kiniditunda pembahasannya. Tertundanya usulan ini sehubungan berkahirnya pemerintahan dan masa tugas DPR periode 2009-2014. Ketiga calon daerah otonom baru ini selanjutnya aka dikaji ulang berdasarkan aturan yang baru yakni U.U. Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah beserta aturan turunannya yakni : 28 P.P, 3 Perpes dan 5 Permendagri. Semua peraturan turunan ini tengah dikerjakan dengan target penyelesaian paling lambat akhir tahun 2016 (termasuk Desartada 2010-2025)

Sumber : Warta Bappeda, Vol. 28 No. 3, Juli-September 2015
12345