7 BERITA TERPOPULER DI JAWA BARAT MINGGU KE-3 BULAN FEBRUARI TAHUN 2026

 


Di bawah langit Jawa Barat yang muram oleh mendung Februari 2026, kemanusiaan tetap tumbuh di sela-sela kerasnya aspal dan duka tanah longsor. Sejarah bukan hanya milik para pembesar di gedung sate, tapi juga milik mereka yang bertahan dengan hati yang lapang.

Berikut adalah tujuh kabar dari Tanah Pasundan pada minggu ketiga Februari 2026 yang menyentuh sanubari, disusun dengan napas kejujuran seorang pencatat zaman:


I. Gema Perhatian di Puncak Piramida (22 Februari)

Gubernur Dedi Mulyadi menjadi pusat pusaran perhatian publik dengan keterlibatan digital yang mencapai miliaran. Namun, di balik angka-angka dingin itu, rakyat sebenarnya sedang menaruh harapan besar pada janji-janji kemanusiaan, terutama soal Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi tumpuan perut rakyat kecil.


II. Lahirnya "Motor Senyum" (27 Februari)

Polisi tak lagi hanya identik dengan lars dan gertakan. Di jalur mudik Jawa Barat, Tim Urai kini bersalin rupa menjadi Tim Motor Senyum. Mereka mendatangi pemudik yang lelah bukan dengan surat tilang, melainkan dengan takjil, makanan ringan, dan keramahan yang mendinginkan kepala di tengah kepungan macet.


III. Budaya Baru: Sekolah Tanpa Motor (24 Februari)

Sebuah langkah preventif yang humanis dilakukan untuk menjaga nyawa anak-anak muda kita. Larangan menggunakan motor bagi pelajar di Jawa Barat bukan untuk mengekang, melainkan bentuk kasih sayang pemerintah agar tak ada lagi tangis ibu yang pecah karena buah hatinya tewas di jalanan.


IV. Patroli Sunyi di Dini Hari (22 Februari)

Saat Sumedang terlelap, Brimob Jabar melakukan patroli dini hari. Bukan untuk pamer kekuatan, melainkan memastikan bahwa para pedagang pasar dan kaum papa yang mencari nafkah di bawah rembulan bisa merasa aman dari gangguan tangan-tangan jahil.


V. Tragedi dan Empati di Pangalengan (1 Februari - Dampak Terasa di Februari Ke-3)

Duka menyelimuti Kampung Mekarsari saat longsor merenggut nyawa dua malaikat kecil, seorang bayi berusia 3 bulan dan bocah 5 tahun. Di sini, kemanusiaan teruji ketika warga bahu-membahu menembus timbunan tanah demi mengangkat jasad suci yang terhimpit reruntuhan.


VI. Perlawanan terhadap Kekerasan Anak (26 Februari)

Kisah pilu bocah 12 tahun di Sukabumi yang tewas akibat penganiayaan menjadi alarm keras bagi seluruh Jawa Barat. Berita ini memicu gelombang solidaritas untuk memperkuat sistem perlindungan anak mulai dari lingkup paling kecil: keluarga.


VII. Pemulihan Jiwa di Pasirlangu (Februari Minggu Ke-3)

Di lokasi bekas longsor KBB, bantuan bukan hanya berupa mi instan atau tenda. Tim Psikososial (LDP) turun tangan melakukan asesmen kesehatan mental bagi para pengungsi. Mereka menyadari bahwa luka di hati akibat kehilangan rumah dan saudara jauh lebih lama sembuhnya daripada luka di kulit.


"Kemanusiaan adalah satu-satunya harga diri yang tersisa ketika segalanya telah dirampas oleh nasib dan bencana."

Dunia mungkin terus berubah dengan segala kecanggihannya, namun di Jawa Barat, kepedulian antar-manusia tetap menjadi pondasi yang tak boleh runtuh.


 
12345