ARISTOTELES SIKLUS PEMERINTAHAN

 



DEMOKRASI merupakan bentuk terburuk dari sistem pemrintahan yang di gagas oleh Arsitoteles, beliau menggambarkan sitem pemerintahan dalam sebuah siklus lingkaran dari awalnya MONARKI atau sebbuah sistem pemerintahan dimana yang berkuasa berasal dari satu orang bisanya di pimpin oleh RAJA, SULTAN atau KAISAR, yang mana tumpuan kekeuasa berda pada satu orang, orang itu sebagai kepala pemerintahan sekaligus kepala negara. Hukum bberasal dari apa yang diucapkannya ini biasa disebut dengan MONARKI ABSOLUT, sedang apabila hukum diatur berdasarkan kesepakatan bersama yang duduk dalam lembaga parlemen bbisanya disebut MONARKI KONSTITUSIONAL.


MONARKI jika tidak memeiliki pemimpin yang kredibel dan mumpuni akan, berkembang ke pemerintahan TIRANI dimana satu orang tersebut yang berkuasa hanya untuk kepentingan pribadi, tidak lagi mementingkan rakyatnya bahkan akan menghalalkan segala cara agar keinginannya tercapai perilaku yang seperti ini terkadang disebut OTORITER menindas rakyatnya, menyengsarakan rakyatnya. 


Bentuk TIRANI ini akan berkembang menurut. naluri dasar manusia untuk berbuat baik dorongan perbaikan ini akan mengubah TIRANI manjadi ARISTOKRASI dimana Pemerintahan yang dipegang oleh beberapa orang terbaik (kaum elit) yang berkuasa demi kepentingan rakyat. Mereka adalah individu yang memiliki keutamaan, moral, dan kebijaksanaan. Pemerintah akan menuju perbaikan dari TIRANI dengan para ARISTOKRAT yang berjuan demi kepentingan rakyat.


namun ARISTOKRAT ini akan mengalami pembusukan dimana orang-orang disekitar yang berkuasa akan menindas rakyatnya secara sewenang-wenang meraup dan merampas kekayaan dan kemerdekaan rakyatnya sendiri. Bentuk busuknya biasa kita kenal dengan OLIGARKI dimana Kekuasaan tidak berada di tangan rakyat atau beberapa orang yang berkuasa menjadi rakus menggerogoti negaranya, hanya menguntung koleganya merugikan rakyat, melainkan dikendalikan oleh segelintir orang yang berlaku seweang-wenang. Pada dasarnya, oligarki adalah sistem di mana kekuasaan dan kekayaan saling berkaitan, di mana segelintir orang kaya memegang kendali atas kehidupan politik dan ekonomi suatu negara.


Lalu OLIGARKI akan menemukan bentuk perbaikanya POLITEIA dimana Pemerintahan yang dijalankan oleh banyak orang atau seluruh rakyat (konstitusional) yang bertujuan untuk kepentingan umum. bentuk pemerintahan yang baik (ideal) yang dipimpin oleh banyak orang, atau bisa dibilang gabungan yang stabil antara oligarki (kekuasaan kaum kaya) dan demokrasi (kekuasaan kaum miskin).


dan pada akhirnya POLITEIA akan mengalami bentuk terburuknya yaitu DEMOKRASI dimana bentuk pemerintahan yang menyimpang karena sering kali didominasi oleh kepentingan kaum miskin yang mayoritas, yang bisa berujung pada "tirani mayoritas" dan pengabaian hak-hak minoritas. 





Siklus pemerintahan Aristoteles adalah teori siklus perubahan bentuk negara yang dinamis, bergerak dari pemerintahan ideal menuju bentuk menyimpang, lalu kembali lagi. Siklus ini berputar dari Monarki (raja baik) \(\rightarrow \) Tirani (raja korup) \(\rightarrow \) Aristokrasi (bangsawan baik) \(\rightarrow \) Oligarki (bangsawan korup) \(\rightarrow \) Politea (demokrasi baik) \(\rightarrow \) Demokrasi/Oklokrasi (massa korup/chaos), dan kembali ke Monarki


Berikut adalah penjelasan rincian siklus pemerintahan Aristoteles:

Bentuk Normal (Ideal):

Monarki: Pemerintahan oleh satu orang untuk kepentingan umum.

Aristokrasi: Pemerintahan oleh sekelompok kecil orang (terbaik/cendekiawan) untuk kepentingan bersama.

Politea (Polity): Pemerintahan oleh banyak orang (rakyat) untuk kepentingan bersama.


Bentuk Menyimpang (Degenerasi):

Tirani: Penyimpangan monarki, di mana penguasa tunggal bertindak sewenang-wenang untuk kepentingan pribadi.

Oligarki: Penyimpangan aristokrasi, pemerintahan oleh orang kaya yang hanya mementingkan kelompoknya.

Demokrasi (Oklokrasi): Penyimpangan politea, pemerintahan massa (miskin/mobokrasi) yang kacau tanpa hukum. 


Dinamika Siklus:
Perubahan terjadi karena kerusakan moral penguasa monarki. Tirani digulingkan oleh bangsawan (aristokrasi), aristokrasi merosot menjadi oligarki, oligarki digulingkan rakyat (politea), politea merosot menjadi demokrasi/oklokrasi, dan kekacauan oklokrasi memunculkan pemimpin kuat (monarki) kembali. 

Aristoteles menekankan bahwa stabilitas politik hanya dapat dicapai melalui pemerintahan campuran yang seimbang (politea) untuk menghindari degenerasi menjadi tirani, oligarki, atau demokrasi. 






 
12345